Manfaatkan Bunga BPR Tinggi Daripada Deposito
Kini, banyak orang lebih memilih memanfaatkan Bunga BPR (Bank Perkreditan Rakyat)dari pada Deposit. Alasannya, karena investor memilih mana yang lebih untung, tentu dengan risiko rendah. Meski deposit juga memberi keuntungan besar, namun dari segi risiko juga besar. Lantas apa yang menjadikan Bank BPR jauh lebih unggul daripada yang lain?
Pengertian Bunga BPR
Bunga BPR dari Bank Perkreditan Rakyat, merupakan imbalan persentase tertentu, diberikan BPR ke nasabah terkait simpanan (tabungan) maupun biaya yang dikenakan terhadap pinjaman. Biasanya, BPR menawarkan suku bunga lebih tinggi dari deposito maupun bank lain, yaitu sebesar 3–6% per tahun. Tetapi suku bunga kreditnya juga lebih tinggi, berkisar 12–20% per tahun, sebab kegunaannya lebih fokus untuk UMKM.
Meski secara keseluruhan, bunga BPR menjadi instrumen utama terkait penghimpunan dan menyalurkan dana, yang mana suku bunga lebih tinggi dari pada deposito. Inilah yang menjadikan daya tarik utama, tak heran jika banyak nasabah dan investor beralih ke Bank Perkreditan Rakyat, dari pada bank umum swasta.
Usaha Kegiatan BPR
Adapun, kegiatan yang menjadikan suku bunga BPR lebih besar dari bank lain, ada pada penghimpunan dana dari masyarakat. Nantinya dana bisa diperoleh dari tabungan, depo jangka panjang, dan simpan pinjam setara. Untuk prosesnya, memberi kesempatan masyarakat berinvestasi lewat simpan uang di BPR.
Bukan hanya menghimpun dana, Bank Perkreditan Rakyat juga berperan menyalurkan dana kembali, baik bentuk pinjaman, maupun kredit umum, khususnya kepada UMKM setempat. Dengan memberi pinjaman dari dana investasi investor, BPR turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah setempat.
Suku Bunga Dijamin LPS
Sangat penting untuk semua investor memahami, jika BPR mempunyai kebebasan menetapkan suku bunga. Sebab, LPS akan menjamin investasi sesuai batas suku bunga. Jika penawaran melebihi batas ketentuan, otomatis LPS tidak memberi jaminan terkait selisih.
Biasanya batas bunga jaminan sebesar 4,25% per tahun untuk bank umum, 2.25% per tahun untuk valuta asing, dan 6,75% per tahun untuk bunga BPR yang mendapat jaminan dari LPS. Perbedaan signifikan ini, tentu memberi daya tarik ekstra bagi semua investor, khususnya orang-oran yang mencari keuntungan lebih dengan risiko kecil.
Keamanan BPR
Jika membahas tentang keamanan, suku bunga BPR lebih besar dari pada bank lain, dikarenakan pinjaman rata-rata menargetkan pasar UMKM. Menjadikan risiko yang ditanggung besar, sehingga berdampak ke penetapan suku bunga jauh lebih tinggi. Bukan hanya suku bunga untuk pinjaman, investor juga turut merasakan tingginya bunga simpanan yang mereka tanam.
Soal keamanan, BPR masuk dalam kategori jaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Meski menawarkan bunga lebih tinggi, tentu saja sudah ada antisipasi terkait risiko dan kendala kedepannya. Bukan sekedar lembaga jaminan sembarangan, BPR benar-benar telah memenuhi kewajiban sebagai bank amanah dan bertanggung jawab.
Dengan memahami penjelasan mengenai manfaat di atas, jangan lupa mempertimbangkan aspek pajak. Sebab seluruh investor memutuskan menggunakan jasa karena demi mendapat keuntungan besar tanpa adanya risiko. Jadi tidak ada salahnya manfaatkan bunga BPR tinggi demi meraih potensi keuntungan besar dalam dunia investasi.
